• 23

    Sep

    Alfamart Perusahaan Retail Asli Indonesia

    Sejak didirikannya PT ALFA RETAILINDO, Tbk 27 Agustus 1989 merupakan anak perusahaan dari group HM SAMPOERNA terus mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun. Gerai pertama alfamart didirikan di Jl Lodan, Ancol-Jakarta Utara dengan semangat kewirausahaan pribumi. Visi alfamart untuk “Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global”, hanya ditempuh dengan waktu singkat. Sampai bulan November 2001, Format Toko Gudang Rabat telah memiliki 25 gerai yang tersebar di 15 kota di Indonesia, Divisi Minimart memiliki 55 gerai yang tersebar di Jakarta, Tanggerang dan Bandung, sedangkan Divisi Grosir memiliki 8 gera
  • 15

    Sep

    Desa di era desentralisasi

    Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten. Pembagian desa menjadi desa yang bersifat geneologis dan administratif inilah yang menjadi alasan bahwa UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang, memandang otonomi desa sebagai hak berian atau hak bawaan. Desa yang bersifat geneologis adalah desa asli dan merupakan Desa Adat. Desa Adat adalah sistem pemerintahan yang terjalin
  • 14

    Sep

    Sejarah Pemerintahan Desa

    Desa merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki bentuk pemerintahan yang diatur menurut ketentuan perundang-undangan. Dalam sejarahnya, peraturan tentang pemerintahan desa pertama kali dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda yang kita kenal dengan istilah IGO (Inslanche Gemeente Ordonnatie) L.N. 1906 Nomor 83 dan IGOB (Inslanche Gemeente Ordonnatie Buitengewesten) L.N. 1938 Nomor 490 yang berlaku sejak 1 Januari 1939 L.N. 1938 Nomor 681. Saparin dalam Kusnadi (2006) menjelaskan : Sebagai peraturan desa (pranata) tentang Pemerintahan Desa IGO/S 83 Tahun 1906 yang berlaku untuk Jawa dan Madura dan IGOB/S 490 Tahun 1938 untuk daerah di luar Jawa dan Madura merupakan landasan pokok bagi ketentuan-ketentuan tentang susunan organisasi, rumah tangga dan tugas kewajiban, kekuasaan dan w
  • 13

    Sep

    Feminis Poskolonial

    Dasar pandangan feminis poskolonial ini berakar di penolakan universalitas pengalaman perempuan. Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga (koloni/bekas koloni) berbeda dengan prempuan berlatar belakang dunia pertama. Perempuan dunia ketiga menanggung beban penindasan lebih berat karena selain mengalami pendindasan berbasis gender, mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras, dan agama. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat. Beverley Lindsay dalam bukunya Comparative Perspectives on Third World Women: The Impact of Race, Sex, and Class menyatakan, hubungan ketergantungan yang didasarkan
  • 12

    Sep

    Feminisme di Indonesia

    Lalu bagaimana dengan kaum perempuan di Indonesia; apakah mereka merupakan bagian masyarakat yang terbuang, kelas masyarakat tanpa eksistensi dan tidak mempunyai arti dan makna seiring kehadiran manusia di jagad ini? Argumentasinya tidak! Sebab kehadiran kaum perempuan telah memberikan warna tersendiri bagi dinamika kehidupan itu sendiri kendati sumbangsih mereka lebih sering diklaim tidak setara dengan apa yang telah diraih kaum laki-laki. Barangkali absurd untuk menilai kenyataan tersebut apabila kaca mata yang kita pakai adalah produk modern. Namun kesaksian sejarah tidak bisa diabaikan. Dalam masa modern, masih ada pihak ataupun perlakuan yang menempatkan kaum perempuan hanya sekadar sebagai pelengkap kalau enggan disebut sebagai masyarakat kelas dua. Sesungguhnya pernyataan awal di
  • 11

    Sep

    Kritik Atas Teori Feminis Liberal

    Mengapa mulai dari feminis liberal? Ini adalah pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum beranjak ke pemikiran feminis yang lebih njlimet. Peneliti memilih membuka kembali ingatan pada teori ini, sebab dari teori feminis liberal inilah sebagian besar teori feminis kontemporer berpijak. Feminis kontemporer seringkali mendefinisikan diri sebagai reaksi kritis terhadap feminisme liberal. Pun dalam konteks Indonesia, pemikiran liberal ini tak hanya sebagai pijakan kritis, melainkan hingga saat ini masih mendapatkan 20 Sesungguhnya penulis tidak terlalu nyaman menggunakan istilah Barat, karena itu memuat intensi tendensius yang mengkotak-kotakkan epistemologi

Author

twitter @ahmadzainul

Follow Me