Saran dan Masukan untuk Blogdetik

25 Aug 2013

Blog walking pada blog yang mengikuti kompetisi #30HariNonStopNgeblog sangat menyenangkan, dan banyak ide-ide segar yang inspiratif. Konten-kontennya banyak yang berkualitas dan bertanggung jawab. Setiap blogger blogdetik mempunyai ciri, topik dan gaya khasnya. Namun sayang, untuk menikmati konten-konten segar dan berkualitas tersebut saya harus mengaksesnya lewat linimasa akun twitter Dblogger (@DBloggerComm ). Berapa tahun saya menyimak dan membaca blogdetik, saya baru bisa menikmati navigasi tulisan-tulisan terbaru melalui linimasa akun twitter Dblogger yang selama ini tidak bisa saya nikmati dari front page atau halaman utama blogdetik.com.
Mengakses halaman utama blogdetik tidak memberikan informasi dan navigasi tulisan terbaru, termasuk tulisan terbaru per katagori. Saya sering melihat update tulisan terbaru melalui timeline twiiter namun link tulisan tersebut tidak nampak pada menu tulisan terbaru dihalaman utama atau domain utama blogdetik. Mengakses menu katagori juga tidak

ilustrasi saya suka blog detik (foto: facebook)

ilustrasi saya suka blog detik (foto: facebook)

menemukan tulisan terbaru dan tidak semua katagori ditampilkan. Hal ini mengesankan penghuni blogdetik tidak pernah update blognya. Padahal ratusan tulisan baru terus mengalir. Melihat antusiasme peserta even #30HariNonStopNgeblog, blog detik harus mulai berbenah memperbaiki tampilan utama/front page agar tulisan-tulisan blogger detik dapat terwadahi dan terpromosikan.

Halaman utama banyak ditemukan redudansi menu atau link yang sebenarnya bisa untuk menampilkan menu lain yang bisa menggambarkan adanya dinamika tulisan yang masuk. Specialisasi blogstar yang secara otomatis masuk headline mengurangi kesempatan tulisan blogger bukan star/artis. Pembenahan halaman utama blog detik yang saya sarankan berprinsip bagaimana mengakomodasi dan mempromosikan tulisan para blogger detik yang telah membangun personal brandnya masing-masing. Saya melihat masih ada kendala teknis berupa bahasa program penyesuaian CMS yang digunakan sebagai platform utama blogdetik. Namun hal itu bukanlah kendala utama dengan perkembangan teknologi CMS yang semakin maju. Blogdetik masih perlu meredefinisikan diri dengan membuat tampilan baru untuk menambah semangat blogger detik. Blogwalking tampilan-tampilan dari blogkomunitas baik dalam negeri maupun luar negeri mungkin bisa menjadi bahan adopsi bagi tampilan baru blogdetik nantinya. Saya melihat tampilan baru dari detik.com sudah mulai bisa mengakomodasi submenu-submenu group berita detik tanpa kehilangan ciri khas dari detik.com itu sendiri.

Pembenahan tersebut menurut saya perlu segera dilakukan, hitung-hitung sebagai surprise para blogger penghuni blogdetik. Sangat sayang sekali bila pengunjung tertarik mengunjungi berapa tulisan blogger blogdetik melalui tautan dari social media, kesusahan mendapatkan tulisan yang lain dari halaman utama blogdetik.


TAGS


-

Author

twitter @ahmadzainul

Follow Me