Portal Agregator Berita Celah Baru Pengusaha Media

13 May 2011

Pada tahun 2011 Perang content dunia maya kian ketat. Portal berita tumbuh bak jamur di musim hujan. Berbisnis portal berita dot com memang kini menggiurkan para pengusaha yang bergerak di bidang media. Selain mendapatkan iklan konvensional melalui pemasaran iklan offline, pengusaha media bisa meraup penghasilan dari iklan online seperti adsense, adsense yang berbentuk link, sponsored link dan lainnya. Tentunya untuk mendapatkan keuntungan dari iklan online trafik portal berita online tersebut harus tinggi.

Meski sulit berbisnis portal berita online para pengusaha media terus berlomba untuk bisa memenangkan persaingan yang sudah sangat ketat ini. Apalagi bagi pengusaha berkantong tebal, untuk meningkatkan popularitas situsnya atau bahasa kerennya trafik pengunjung tidak akan banyak mengalami kendala atau hambatan yang berarti. Semuanya bisa diselesaikan dengan modalnya yang besar. Mereka mampu membayar puluhan atau bahkan ratusan jurnalis pengisi konten medianya. Tentunya dengan harapan mendapatkan trafik pengunjung tinggi atau pembaca loyal. Upaya offline pun bakal gencar dilakukan. Sang pengusaha akan berupaya dengan mempromosikan portal beritanya melalui media lain, baik media massa cetak, elektronik, banner atau baliho, dan media lainnya.


Bagi pengusaha media berkantong cekak harus memutar otak bagaimana tak kalah bersaing dengan Pemilik modal besar. Belum lagi menghadapi pengusaha media elektronik baik TV maupun radio yang kini bermain di portal berita online. Bahkan, beberapa pemilik modal besar pun berinovasi dengan mendirikan group portal berita online.

Portal berita eksis lebih dulu pun terancam keberadaannya. Tak mau kalah! Mereka mulai memberanikan diri mendeversifikasikan konten beritanya ke berberapa domain namun masih dikaitkan dengan domain utamanya. Semua ini dilakukan untuk mengejar trafik web dengan niche yang unik di setiap domainnya. Tentunya hal ini pun perlu disertai modal yang tak kecil.

Dampak persaingan media online ini, masyarakat pembaca pun turut diuntungkan. Namun di sisi lain masyarakat pembaca juga dibingungkan dengan banyaknya url yang harus dihapal. Mereka harus berselancar dari satu portal berita ke portal berita yang lain untuk mencari informasi yang mendalam tentang sebuah peristiwa, skandal, polemik atau kasus lainnya.

Problematika masyarakat tersebut cepat dibaca oleh pengusaha yang bermodal pas-pasan atau cekak yang sedang memutar keras otaknya. Dengan memanfaatkan teknologi feed agregator pengusaha media tersebut berusaha memberi solusi problem masyarakat pembaca di atas. Portal agregator berita inilah yang nantinya akan memanjakan masyarakat pembaca dengan berita-berita terkini dalam satu url domain.

Dengan munculnya portal agregator berita ini, masyarakat pembaca online kini cukup mengetikan satu nama url domain untuk menikmatiberita terkini. Keunggulan lain dari portal agregator berita ini , pembaca tidak perlu direpotkan lagi adanya dua berita yang mirip atau bahkan terkadang sama persis. Dengan demikian pembaca akan lebih kaya informasi dengan membandingkan satu berital dari portal berita ke portal berita yang lain. Pengusaha portal berita akhirnya ditantang masyarakat pembaca untuk meningkatkan kualitas beritanya.

Sebuah solusi yang cerdas dilakukan oleh pengusaha media yang berkantong cekak. Mereka tidak perlu mengeluarkan kocek banyak untuk membiayai sumber daya manusia pengisi content online. Selain berpotensi besar menyedot trafik pembaca online,portal agregator berita online tidak bisa dikatagorikan melanggar hak cipta. Portal agregator berita hanya menerbitkan ulang feed yang dipublish oleh portal berita dan berita penuhnya dibaca langsung di url domain portal berita. Seperti halnya kalau berlangganan portal berita melaui feed email.

Portal agregator berita sebuah inovasi bagaimana mencari dan mengumpulkan berita terkini yang akhirnya memacu kualitas konten berita. Bukan tidak mungkin portal agregator berita ini akan menjadi akan ngetrend di tahun 2011. Dan memacu tumbuhnya inovasi-inovasi konten serta cara menyajikan berita ke depan. Yang jelas semua harus dilakukan dengan niat menuju peradaban manusia yang lebih baik.


TAGS


-

Author

twitter @ahmadzainul

Follow Me